Dongeng Aris Apriansyah, Dari Tukang Lipat Parasut Ke Emas Asian Games
Aris Apriansyah dulunya adalah tukang lipat parasut. (Foto: Bahtian Rifa'i)Serang - Atlet paralayang Aris Apriansyah (24) tak pernah menyangka akan mendapatkan medali emas Asian Games. Pasalnya, sebelum jadi atlet profesional, beliau hanya tukang lipat parasut di kawasan Puncak, Bogor.
Jadi tukang lipat parasut atau Paraboy dilakoni Aris semenjak masih duduk di Sekolah Dasar (Sekolah Dasar). Begitu masuk jenjang SMP, beliau kemudian mulai berlatih terbang memakai parasut. Ia banyak dilatih oleh ayah dan pamannya yang kebetulan penerbang paralayang.
Baca Juga : Permasalahan Wc Bisa Diselesaikan dengan Cara Begini
Dari situ, ia lalu menggemari olah raga ini. Spesialisasi Aris biasanya adalah di akurasi dan juga lintas alam. Ia berlatih 10 kali untuk akurasi dan berjam-jam untuk terbang lintas alam.
Ia pun mengaku gembira menjadi salah satu peraih emas dan mengharumkan nama Indonesia di Asian Games. Ke depan, Aris mengaku akan fokus untuk menghadapi kejuaraan dunia paralayang di Nepal.
Soal bonus, beliau mengaku menerima total Rp 1 miliar lebih. Termasuk embel-embel Rp 200 juta yang ia terima dari Pemprov Banten karena ialah meraih 1 emas dan 1 perunggu. Rencananya uang tersebut akan dia belikan rumah dan tabungan untuk istri.
"Rencananya untuk beli rumah, kebetulan orang renta di Puncak, Bogor. Makara beli di sana dan dekat ke tempat latihan," ujarnya.

0 Response to "Dongeng Aris Apriansyah, Dari Tukang Lipat Parasut Ke Emas Asian Games"
Posting Komentar